Senin, 19 September 2016

Bodo Ede kampung halamanku


Bodo Ede Traditional village


Bodo Ede village location is on a small hill, front of police office and about a block behind the post office in the heart of Waikabubak. At the bottom of hill before entering, you’ll pass a number of large stone and more modern cement tombs, most with stylised buffalo decorations.
The village of Bodo Ede.(picture of  Bodo Ede village)
A short steep climb will reveal a small, tightly packed village with 14 houses, all constructed with traditional tall thatched roofs, but a few of the buildings are built from modern brick and mortar rather than traditional bamboo or wood. However, this is mostly concealed by the thatch.
A buffalo horn bonanza.(Buffallo Horns)

A couple of the houses display large collections of buffalo horns — most impressive (and handy for hanging your motorbike helmet).
Crowded into the tiny center of the village are some very interesting megalithic tombs, many with elaborate carvings. One of particular note is a large standing carved stone that looks like a figure with raised arms.

A notable megalithic tomb at Bodo Ede.
(Megalithic culture of Bodo Ede villag)
Bodo Ede village sometimes do the traditional party like: Urrata, Tauna Marapu and Rawi Rato (in Sumbanese language).

       
     This is the main gate and access to Bodo Ede village. you must be careful if you want to climb to the village bodo ede . because in addition have to climb a flight of stairs access to the village is quite dangerous because of the slick and mossy especially in the rainy season.

It is a fraction of the Bodo Ede villages if you want to know more uniqueness and privileges of this ward please visit our hometowns in your holiday.
BODO EDE IS A BEAUTIFUL TRADITIONAL VILLAGE.








PENGALAMANKU.
       Sebelum saya berada di sini di UKRIM Unniversity saya mempunyai sebuah pengalaman bagaimana saya bisa tiba di UKRIM.
UKRIM mendengar nama UKRIM siapa yang yang mengira bahwa saya akan tiba di sini. Karna sebelumnya orang tua saya telah memilih untuk menyekolakan saya di Bali.
Keputusan untuk Berkuliah di UKRIM di sepakati ketika tinggal beberapa hari lagi saya akan berangkat ke Bali tetapi karena Tuhan berkehendak lain saya bertemu dengan bapak yang menawarkan UKRIM kepada saya. Saat mendengar penjelasan dari bapak tersebut saya langsung tertarik tetapi untuk mengambil tindakan lanjuan saya butuh persetujuan orang tua. Berhubung ayah saya adalah seorang yang keras di mana ketika dia sudah mengambil keputusan susah untuk di ubah. dan saya rasa suatu kuasa Tuhan juga karena akhirnya ayah saya mengerti dan menyetujui saya berkuliah di UKRIM dengan jurusan yang saya inginkan yaitu TKNIK INFORMATIKA karena sebelumnya saya di tentukan harus mengambil jurusan guru Bahasa Inggris di Bali.
     Bukan hal yang mudah membuat ayah saya berubah pikiran karena utuk mencapai itu ada perdebatan singkat antara bapak yang menawarkan beasiswa dengan ayah saya, kemudian ayah saya dengan saya sendiri.
Tapi karena bantuan Tuhan akhirnya saya bisa berkuliah di UKRIM.
Sekian pengalaman saya.
satu pesan untuk Teman teman jika ingin mencapai sesuatu, menginginkan sesuatu maka kita akan menghadpi tantangan tetapi jangan takut dan jangan putus asa karena Tuhan tidak akan memberikan tantangan Tanpa jalan keluar dan ingatlah selalu bahwa Tuhan kita lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
      Tuhan Yesus memberkati.